MENULIS KARANGAN SESUAI DENGAN LANGKAH-LANGKAH MENGARANG   Leave a comment

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT KARANGAN

  1. Menentukan tema karangan
  2. Mengumpulkan ide atau bahan karangan
  3. Menyusun kerangka karangan
  4. Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan yang sebenarnya
  5. Memberi nama karangan atau judul karangan

TEMA adalah pokok pikiran atau gagasan yang akan menjiwai seluruh isi karangan.

JUDUL karangan adalah kalimat pendek yang ditempatkan di atas sebuah karangan

SYARAT SUATU JUDUL

  1. Relevan dengan isi karangan
  2. Berbentuk frase/kelompok kata
  3. Menarik perhatian

MEMBUAT KERANGKA KARANGAN

Setelah topik atau tema kita tetapkan, mulailah menyusun ide atau pikiran utama yang akan menjelaskan topik. Ide karangan bisa kita peroleh dari hasil menyimak pembicaraan orang lain atau hasil melakukan wawancara dengan orang yang dianggap ahli atau diperoleh dari tayangan televisi, ide bisa juga didapat dengan cara membaca buku, koran, atau majalah. Kerangka karangan merupakan beberapa urutan kalimat kunci yang diurutkan secara runtun sehingga proses penulisannya menjadi lancar.

 

SYARAT-SYARAT PARAGRAF

Berdasarkan syaratnya paragraf harus memiliki :

1)      Kesatuan : setiap paragraf sebaiknya mengandung satu gagasan pokok

2)     Kepaduan/koherensi : setiap paragraf harus merupakan kumpulan kalimat yang saling berhubungan secara padu, tidak berdiri

sendiri atau terlepas satu dengan yang lain

3)     Kelengkapan : dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kejelasan kalimat topik.

Paragraf tidak lengkap jika tidak dikembangkan atau hanya diperluas.

 

TUJUAN PARAGRAF

1)      Paragraf pembuka : memiliki sifat ringkas, menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan

diuraikan

2)     Paragraf penghubung : berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca, secara fisik paragraf ini lenih pangjang

daripada alinea pembuka

3)     Paragraf penutup : berisi kesimpulan atau penegasan kembali mengenai hal-hal yang dianggap penting


POLA PENGEMBANGAN PARGRAF 

  1. PENALARAN  INDUKTIF meliputi :

1)     Generalisasi : proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik simpulan

umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Jadi, generalisasi merupakan pernyataan

yang  berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Generalisasi perlu ditunjang atau

dibuktikan dengan fakta-fakta. Contoh-contoh, data statistik, yang merupakan spesifikasi atau ciri khusus sebagai

penjelasan lebih lanjut.

Contoh :  pemerintah mendirikan sekolah sampai ke pelosok. Puskesmas didirikan dimana-mana. Lapangan kerja baru

diciptakan. Pembangunan rumah ibadah diperbanyak atau dibantu pemerintah. Memang menjadi tugas

                              pemerintah  untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat

2)      ANAALOGI : proses penalaran yang berdasr pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki

kesamaan, kemudian ditarik simpulan.

Contoh : secara tidak sengaja Amara mengetahui bahwa pensil Steadler 2B mengahasilkan gambar vignette yang memuaskan

hatinya. Pensil itu sangat lunak dan menghasilkan garis-garis hitam dan tebal. Karena itu selama bertahun-tahun ia

selalu memakai pensil itu untuk membuat vignette, tetapi ketika ia berlibur di rumah nenek di sebuah kota

kecamatan ia kehabisan pensil. Ia mencari di toko-toko di kota itu tetapi tidak ada. Akhirnya daripada tidak dapat

mencorat-coret ia memilih merk lain yang sama lunaknya dengan Steadler 2B. ini tentu akan mengahasilkan

                            vignette yang bagus juga, “putusnya.

3)      SEBAB-AKIBAT : proses penalaran yang dimulai dengan menggunakan fakta yang berupa sebab dan sampai

pada  simpulan  yang merupakan akibat atau sebaliknya

CONTOH : Bangsa Jepang suka berkelompok. Kepentingan perorangan ada, tetapi kalau kepentingan bersama

membutuhkan,  kepentingan bersama didahulukan. Dengan demikian antara kepentingan perorangan, dan

kepentingan bersama berjalan serasi. Oleh karena itu, untuk melakukan sesuatu secara bersama, secara

terkoordinasi bagi bangsa Jepang sudah berjalan dengan sendirinya.

2.    PENALARAN DEDUKTIF :

        Penalaran deduktif  adalah penalaran yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum menuju pada parnyataan atau

simpulan khusus.

Menarik simpulan dengan penalaran dedultif dibedakan menjadi 2 yaitu :

1)    Menarik simpulan berdasarka suatu premis

Contoh :

Premis : Bujur sangkar adalah segi empat sama sisi

Simpulan : a. Bujur sangkar pasti segi empat, tetapi segi empat belum tentu bujur sangkar

b. Segi empat yang sisi-sisinya horisontalnya tidak sama panjang dengan sisi tegak lurusnya bukan                                                                               bujur sangkar

About these ads

Posted October 31, 2011 by yosisusantismkn7 in Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: